Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Ustadz Hanan Attaki, Menggebrak Kota Semarang Bikin Peserta Terkesima

Antrian masuk di Balroom Rama-Shinta Patra Jasa SemarangPesona dai muda yang dikenal dengan pesan ‘Pemuda Hijrah’, Ustadz Hanan Attaki betul-betul dibuktikan di Semarang.Tak kurang 2 500 undangan antri memadati Balroom Rama-Shinta Hotel Patra Jasa Semarang pada 8 Juli 2018.

Peserta kajian yang bertemakan ‘Ihlasin Aja’, hadir dari berbagai daerah tidak hanya dari Semarang. Beberapa ada yang dari Brebes, Tegal, Madiun bahkan ada yang menyempatkan datang dari Australia.

Peserta Pengajian Mendengarkan Ceramah dengan KhidmatRata-rata yang hadir adalah kawula muda dari berbagai kampus perguruan tinggi di Semarang. Tidak sedikit karyawan yang kebanyakan masih jomblo ikut hadir. Peserta Pengajian Khusu’ Menyimak Tausiyahnya.

Panitia penyelenggara dalam kesempatan ini menyampaikan program-program yang diusung oleh Ustadz Hanan Attaki, yaitu mengajak hijrah pemuda-pemuda muslim dari dunia gemerlap dan sia-sia menjadi penuh berkah dan manfaat.

Program dakhwah ustadz yang bermukim di Bandung ini selain khusus menyasar anak-anak muda gang motor, komunitas skate board dan lain-lain juga memberikan donasi dan bantuan untuk rakyat Palestina dan pengungsi Syuriah. Salah stau peserta yang sempat pingsan dan langsung ditangani panitia dengan sigap.

Ustadz Hanan Attaki adalah alumni dari Universitas Al Azhar Cairo yang mampu menarik kalangan muda dengan dakwah seputar pergaulan remaja dan pernikahan.

Komunitas pengikut Uztadz Hanan Attaki yang sudah terdaftar mencapai 70 000 orang dari berbagai latar belakang dan usia. Panitia menargetkan 100 ribu orang yang dari jumlah tersebut akan diadakan kajian lebih intensif dan terpogram berkelanjutan.

Kajian Pra Nikah misalnya, diselenggaarkan dalam lima belas sesi pertemuan setidaknya untuk membekali pemuda dan pemudi yang akan naik ke pelaminan.

Dalam kajian kali ini, Ustadz Hanan Attaki memaparkan pentingnya keihlasan hati dalam menerima hasil dari suatu usaha.

Nabi Nuh as, menjadi suritauladan yang gigih berdakwah hanya senantiasa mengharapkan ridlo Allah semata sehingga tidak ada kesedihan ketika dakwah yang berlangsung 950 tahun lamanya hanya menghasilkan sedikit pengikut.

Keluarganya sendiri, yaitu istri dan anaknya tidak berhasil didakwahi sampai dengan akhir hayatnya kena musibah terseret banjir besar, namun Nabi Nuh as tetap menicantai dan tidak menghujat anaknya.

Kajian berlangsung dengan serius diselingi candaan-candaan khas anak muda sejak jam 09.30 dan berakhir pada pukul 11.30. Suara merdu khas Ustadz Hanan, sekali-sekali memenuhi dengan murotalnya.

Pada akhir ceramahan seisi ruangan menjadi hening bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata ketika Ustadz Hanan mengakhiri dengan muhasabah.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
mharishttp://Traveloketour.com
Seorang hamba yg kurang istighfar dan suatu masa terdelet.Sedang berupaya agar tetap ada, melampaui zamannya seperti dicontohkan sahabat dan aulia, saat ini mukim di Semarang.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER