Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Tuhan… Cabut Saja Nyawaku ini

19 November 2003 lalu
Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu
Saat itu, ibu dan ayahku pastinya bangga

Kedua orangtuaku juga berharap
Kelak aku menjadi anak yang membanggakan
Hari berganti hari
Bulan berganti dan tahun pun berjalan

Umurku sekarang sudah 14 tahun
Harapan ibu dan ayah pun sirna
Manakala ragaku tidak sesempurna teman sebayaku

Ibu.. Maafkan aku
Ayah.. Hidupku hanya merepotkanmu

Aku hanya menjadi duri dalam kehidupan
Aku hanya menjadi beban keluarga

Disaat adik-adikku membutuhkanku
Aku tak berdaya

Disaat adik-adikku membutuhkan kasih sayang
Aku menjadi penghalang

Oh Tuhan.. Aku tidak sanggup lagi
Aku tak tega melihat keluargaku menderita
Meskipun aku seperti mayat hidup
Kasih sayang mereka sepanjang masa

Tuhan.. Aku tidak rela melihat adikku jadi korban
Aku tak rela melihat adikku ikut menderita

Tuhan.. Selama 14 tahun
Waktu yang cukup lama Aku berhutang budi kepada mereka

Tuhan.. Aku tidak mau lagi menambah beban ibu dan ayah
Tuhan.. Aku tidak mau lagi melihat adik-adikku menderita

Tuhan.. Dengan linangan air mata
Aku bersimpuh..
Aku memohon kepadaMu..
Cabutlah nyawaku ini

Ya Robb.. Atas keharibaanMu
Kabulkanlah doa hambamu yang lemah ini
Kabulkanlah doa hambamu yang tidak berdaya ini

Tuhan.. Aku rindu kepadaMu
Tuhan.. Aku siap menghadapMu

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER