Ratusan PSK Menolak Uang Milyaran Rupiah Demi Kehormatannya

Kotawaringin Barat – Ratusan pekerja seks komersial (PSK) yang berada di Lokalisasi RT 12 Sungai Pakit Pangkalan Banteng Kotawaringin Barat (Kobar), menolak dana Alih Profesi atau uang kompensasi dari pemerintah. Dana tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah jelang ditutupnya bebapa tempat prostitusi sebelum bulan ramadhan. Mereka beralasan malu jika profesinya yang selama ini diketahui oleh pihak keluarganya, sehingga harga dirinya merasa dipertaruhkan.

“Kalau diantar sampai rumah oleh dinas ya kami malu sama keluarga. Wong pamit saya itu kerja sebagai pembantu rumah tangga, mau ditaruh dimana muka ini,” ucap DN, (23) wanita berperawakan langsing semampai asal Pulau Jawa saat ditemui di salah satu wisma tempat ia ber-ajojing ria, Rabu (11/4).

Janda anak satu tersebut juga menceritakan awal mula terjun pada hiburan malam, itu semua karena ia ditinggal pergi suaminya. Melalui sahabat karibnya, ia menumpahkan rintihan hatinya hingga ia terjerumus dalam lembah nistapa. Meski demikian, kata DN, dirinya ada keinginan kembali seperti semula, mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.

“Sudah terlanjur, mau bagaimana lagi. Tapi saya juga ingin kembali seperti kehidupan yang dulu, berkumpul dengan keluarga, entah kapan,” ucap perempuan itu sambil sesekali tersenyum manis memperlihatkan lesung pipitnya.

Sementara itu, Diran (47) Ketua RT 12 membenarkan atas apa yang disampaikan oleh DN. Dari 20 Wisma tercatat ada 120 penghuni (PSK), dan semuanya menolak diberi santunan. Mereka lebih memilih, kata dia, merogoh dompetnya sendiri untuk biaya perjalanan pulang ke daerah asalnya.

“Semuanya akan pulang sebelum tanggal 10 Mei 2018 dengan menggunakan uang pribadinya. Alasannya mereka takut jika diantar Dinas ke rumah masing-masing, dan diketahui keluarganya,” ujarnya.

Diran juga menjelaskan pada saat dirinya mengikuti sosialisasi di Kantor Bupati Kobar, satu PSK dapat jatah dana kompensasi senilai 5.5 juta rupiah. Namun, sambung dia, baik penghuni lokalisasi Sungai Pakit maupun tempat prostitusi lainnya diduga sudah ada kesepakatan menolak dana kompensasi tersebut.

“Sepertinya sudah kompak semua, mereka menolak. Ya kalau dihitung secara menyeluruh nilainya bisa mencapai satu milyar lebih,” tandasnya.

Terpisah, menanggapi hal itu, Lukman Pandinata, Kasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Manusia, saat ditemui membenarkan tentang tunjangan tersebut. Bahkan, ia juga mengatakan Pemda Kobar turut serta memberikan uang saku pada saat pemulangan 250 PSK yang direncanakan melalui jalur laut pada Mei mendatang.

“Semua PSK dari tiga tempat, Sungai Pakit, Simpang Kodok dan Dukuh Mola nantinya kami serahkan ke Dinas Sosial Propinsi sesuai asal daerahnya. Memakai kapal laut jurusan Surabaya dan Semarang,” terang Lukman di Kantor Dinas Sosial Kobar Kalimantan Tengah, Kamis (12/4).

Menyinggung soal penolakan dana kompensasi, ia tidak mempermasalahkannya, karena hal itu dinilai sudah menjadi hak masing-masing penerima. Namun demikian, Lukman berharap hendaknya dana tersebut diterima, karena bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha dalam membuka lembaran baru kehidupannya.

“Sudah kami data dan sudah dibuatkan buku rekening sesuai atas namanya. Kalau mereka tidak mau menerima, dana tersebut bakal kembali ke kas Negara. Karena yang bisa mengambil itu hanya yang bersangkutan sesuai bank yang ditunjuk oleh pemerintah,” paparnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa apa yang dilaksanakan Pemda Kobar itu sudah sesuai keputusan pemerintah pusat, yaitu tahun 2019 Indonesia harus bersih dari Lokalisasi. Karena, sambung Lukman, bagi daerah yang belum melaksanakan program tersebut, maka akan segera dipanggil oleh pemerintah pusat.

“Seluruh Indonesi masih ada 26 daerah yang belum melaksakan program ini. Untuk Kobar maksimal bulan Mei sudah berjalan, semuanya sudah siap, tinggal action saja,” pungkasnya.

Loading...
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER

SAVE_20180815_181535

Harapan Jonru Ginting untuk Prabowo Sandiaga

Lewat tulisan tangan yang dia tulis dari Rutan Cipinang. Berikut isi suratnya: Selamat berjuang untuk Prabowo Sandi. Saya dari balik jeruji penjara terus berdoa semoga...
FB_IMG_1534511438425

Bedanya Sandiaga Uno dan Pak Jokowi