Kotawaringin Barat – Salah satu warga Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah merasa risih dengan seorang pengemis wanita yang berusia sekitar 50-an tahun. Pasalnya beberapa waktu lalu, pengemis tersebut menunjukkan sikap yang aneh, ia bukan meminta uang lagi melainkan membeli minuman dan sebatang rokok.

“Kali ini dia tidak minta-minta sih, cuma beli minum dan beli rokok 1 batang di warung saya,” ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya hal itu tidaklah wajar, karena hasil mengemis justru ia belikan rokok. Meski demikian, ia berharap agar ada perhatian nyata dari pemerintah untuk menertibkan dan memberikan solusi yang nyata dalam menangani pengemis yang masih berkeliaran khususnya di dalam kota Pangkalan Bun.

“Agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat dan bertambahnya masalah baru dalam lingkungan, maka Pemda Kobar harus cari salusinya. Hal ini demi keamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.

Dengan fakta ini, sambung dia, semoga masyarakat lebih bijak lagi dalam beramal. Alangkah baiknya, disalurkan melalui panti asuhan atau badan amil yang programnya lebih jelas.

“Bukan tidak kasihan, tapi dengan memberi pengemis yang seperti ini berarti kita turut membantu mendatangkan pengemis yang lain. Bukan kikir dalam harta tapi harus lebih bijak dalam menyalurkan harta,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Belajar dari Iwan Fals: Kedewasaan tak Selalu Linier dengan Usia

"Tadinya mau puasa ngetwit sampai lebaran, tapi begitu baca berita ini batal dah puasanya... https://t.co/HD9UiTnX9P " twit Iwan Fals melalui akun twitternya pada 10...

Faedah Mendekati Ulama

Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Imam Al-auza`i adalah seorang alim, ahli fiqih yang bijak, dan murid-murid beliau sangat banyak, karena beliau terkenal sangat akrab dengan para...

SP3 HRS, Penyidikan Dihentikan?

Kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) tergolong unik. Dari sejak percakapan berbau porno yang dituduhkan kepadanya, entah siapa pembuatnya, hingga proses pemberitaan masif...