close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Peluang Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0

Kedatangan DR. H.M Zainul Majdi, MA atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang, menjadi magnet bagi civitas akademika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Jumat siang (27/4), ruang Auditorium Pasca Sarjana PENS dipenuhi dosen, laboran, karyawan dan mahasiswanya. Tidak kurang dari 500 peserta memenuhi gedung 12 lantai ini.

Tuan Guru, begitu panggilan akrabnya, didaulat menjadi nara sumber kuliah umum dengan tema, “Peluang Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0”.

Loading...

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengawali kuliah umumnya dengan memperkenalkan diri sebutan namanya. Karena sebelumnya saat moderator memperkenalkannya Tuan Guru Bajang (TGB), sempat memastikan julukan tersebut.

TGB menjelaskan, bahwa Tuan Guru merupakan sebutan bagi orang Lombok kepada tokoh agama. Sedangkan, Bajang artinya muda. “Tuan Guru biasanya untuk tokoh agama yang diberikan masyarakat. Bajang, kebetulan pada waktu itu saya yang paling muda untuk sebutan Tuan Guru, kisaran umur 25 tahun”.

Kapasitas diri dan kepemimpinannya teruji dengan dua kali menjabat sebagai gubernur NTB. Saat berbicara tentang teknologi pun, lulusan S1 sampai S3 di Al Azhar Kairo sangat memahaminya.

Pandangan beliau yang “bukan teknokrat” terhadap Industri 4.0 sungguh memukau civitas akademika PENS. Runtut dan sangat lengkap menjelaskan revolusi industri, mulai revolusi pertama, kedua, ketiga sampai yang terakhir keempat.

Ekonomi kerakyatan sebagai benteng ketahanan ekonomi harus didukung dan dilindungi oleh pemerintah. Sesuai amanat konstitusi, memajukam kesejahteran umum untuk membangun ekonomi yang kuat.

“Agar ekonomi kuat, 95% ekonomi mikro harus berbasis kerakyatan, aktifitas kerakyatan. Perlu regulasi, adanya keberpihakan berupa kebijakan” paparnya.

Ada beberapa catatan penting dari materi dan diskusi tanya jawab yang dihimpun sebagai tips sukses TGB untuk meraih peluang ekonomi kerakyatan di era revolusi industri keempat ini.

Pertama, tingkatkan kualitas diri dan komunitas. Kedua, sebarkan aura optimisme. Ketiga, jaga dan kokohkan selalu etika. keempat visi global dengan jaringan yang kuat dan terakhir regulasi yang mendukung.

Akhir acara tepuk tangan yang bergemuruh mengakhiri presentasinya. Saat TGB turun dari panggung, para peserta berebutan minta foto bareng.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Firman Arifinhttp://firman-its.com
Dosen dan praktisi di bidang IT yang juga aktif berorganisasi. Selain di Seruji, aktif juga di Yayasan Pengembangan SDM IPTEK sebagai sekretaris dan sebagai humas di Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Jawa Timur .
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER