Umat Islam mulia dan terhormat manakala bisa memenuhi kebutuhan dunia dan spiritualnya. Jika salah satu tidak terpenuhi, akan dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) sebagai organisasi dakwah yang modern tahu betul bagaimana membangun umat dan bangsa Indonesia. Selama tiga hari silatnas IKADI, kedua sisi tersebut dibahas dengan tuntas.

Kalau di hari pertama dan kedua pembahasan di bidang dakwah dan pembinaan, di hari terakhir silatnas (4/3), fokus dialog pemberdayaan ekonomi umat. Tidak tanggung-tanggung, IKADI menghadirkan dua pembicara Nasional, Prof.Dr.H.Chairul Tanjung dan Prof.Dr.H.Muhammad Nuh, DEA.

Prof Nuh demikian panggilan akrabnya mantan rektor ITS ini, sekarang menjabat beberapa posisi penting dalam pemberdayaan umat. Pertama, ketua badan waqaf Indonesia dan kedua, komisaris bank mega syariah.

Potensi umat Islam yang luar biasa, menjadi dasar kekuatan real. “Kini saatnya melalui arus baru, potensi jadi kekuatan real”, jelas Prof Nuh.

“Potensi kekuatan umat, akan terasa kedahsyatannya kalau volume dan sinergi terwujud”, tambahnya.

Silaturrahim Nasional (silatnas) dilaksanakan di Kota Padang, Sumatra Barat pada 2-4 Maret. Silatnas tahun ini, mengangkat tema ‘Islam rahmat bagi seluruh alam dan menjadi solusi atas persoalan umat’.

    Dosen dan praktisi di bidang IT yang juga aktif berorganisasi. Selain di Seruji, aktif juga di Yayasan Pengembangan SDM IPTEK sebagai sekretaris dan sebagai humas di Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Jawa Timur .

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan isi komentar anda
    Masukan Nama Anda