Laode Muhammad Syarif Raih Penghargaan Australian Alumni of the Year 2018

Australian Alumni Gala Dinner 2018 digelar di Dian Ballroom, Rafles Hotel Jakarta, Sabtu malam, 21 April 2018. Acara yang diinisasi oleh Kedubes Australia tersebut dihadiri oleh tak kurang 1000 alumni Australia dari seluruh penjuru Nusantara sebagai bagian dari jejaring Australia global alumni. Pada acara tersebut diserahkan penghargaan kepada empat alumni yang telah membuktikan pencapaian serta peran pentingnya bagi masyarakat.

Penghargaan Alumni of the Year Award tahun 2018 diberikan kepada Laode Muhammad Syarif, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi. Laode meraih Master in Law dari the Queensland University of  Technology (QUT), Brisbane, tahun 2001, dan meraih PhD pada bidang hukum di the University of  Sydney tahun 2006. Penghargaan kepada Laode diberikan karena perannya besarnya sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia serta berbagai aktivitas akademisnya dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkannya di Australia.

Laode Muhammad Syarif menerima penghargaan Alumni of the Year 2018

Sedangkan untuk kategori Innovation and Entrepreneurship Award, penghargaan diberikan kepada Andi Zain, seorang pendiri dan managing director Kejora Ventures, sebuah perusahaan start up accelerator dan investor serta pembentuk perusahaan berbasis teknologi. Untuk kategori Outstanding Young Alumni Award, penghargaan diberikan kepada Hermina Manlea, seorang pengajar di Universitas Timor yang menginisiasi pembuatan film bertema Nasionalisme di wilayah perbatasan.

Sedangkan untuk kategori  Promoting Women’s Empowerment Award, penghargaan jatuh kepada Alfonsa Horeng. Penghargaan yang diberikan tepat di Hari Kartini ini diterima wanita NTT yang telah menginisiasi pelestarian tenun ikat Maumere. Ia telah membina lebih dari 800 penenun ikat tradisional yang menggunakan bahan-bahan alami, dimana produknya telah diperkenalkan di 30-an negara.

Booth “Neng Koala” di acara Australian Alumni Gala Dinner 2018

Pada kesempatan tersebut diumumkan juga Alumni Grant Scheme, sebuah pembiayaan sampai dengan 100 juta rupiah bagi karya-karya inovatif para alumni Australia di berbagai bidang.  Beberapa program yang telah mendapatkan grant dipamerkan pada pintu masuk acara Gala Dinner tersebut.  Salah satunya adalah Neng Koala, yaitu kumpulan wanita yang menuliskan pengalamannya selama menempuh studi di Australia. Pengalaman tersebut dibukukan dan disebarluaskan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pendidikan, terutama bagi kaum wanita.

Penyanyi Raisa mendukung Neng Koala project

Penampilan Raisa dalam Australian Alumni Gala Dinner 2018

Gala Dinner alumni Australia kali ini dihibur oleh Raisa yang membawakan lima buah lagu hitsnya. Juga diadakan lomba foto kenangan terindah selama di Australia, yang pemenangnya mendapatkan tiket pergi-pulang, Jakarta – Sydney/Melbourne/Brisbane oleh maskapai penerbangan Australia, Qantas. Dalam acara yang mencoba menumbuhkan jejaring alumni Australia di seluruh dunia tersebut nampak para alumni antusias mengabadikan the best selfie/wefie untuk mereka share ke berbagai sosial media.

Para alumni Australia antusias ber-wefie

Loading...
Nico Andriantohttps://pt.slideshare.net/NicoAndrianto
Traveller, pengamat, penikmat, pembelajar, penginfo berbagai realitas sosial, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan teknologi.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER

SAVE_20180815_181535

Harapan Jonru Ginting untuk Prabowo Sandiaga

Lewat tulisan tangan yang dia tulis dari Rutan Cipinang. Berikut isi suratnya: Selamat berjuang untuk Prabowo Sandi. Saya dari balik jeruji penjara terus berdoa semoga...
FB_IMG_1534511438425

Bedanya Sandiaga Uno dan Pak Jokowi