Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Jepang Kembangkan Smartphone Untuk Perbaiki Gaya Hidup Pasien

Tokyo – Saat ini makin banyak rumah sakit menggunakan aplikasi smartphone untuk memperbaiki gaya hidup pasien diabetes dan gagal jantung dan membantu mereka untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Tahun fiskal terakhir, departemen penyakit hati, diabetes dan gangguan endokrin Rumah Sakit  Universitas Saga memperkenalkan aplikasi yang disebut “Welby My Karute” untuk pasien dengan hati berlemak dan gangguan lain pada organ. “Karute” dalam bahasa Jepang berarti catatan medis.  Alat ini dikembangkan oleh Welby Inc., sebuah perusahaan IT berbasis di Tokyo untuk mendukung manajemen perawatan kesehatan, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis.

Japan News, 2/6/2018, melaporkan bahwa alat ini membantu pasien untuk menyimpan catatan tentang berat badan, tekanan darah dan kadar gula darah, di samping juga dapat mengambil gambar makanan sehari-hari dengan smartphone mereka. Data ini dapat dibagi dengan komputer di rumah sakit di Saga dan membantu dokter, perawat dan ahli diet dalam memberikan perawatan dan saran yang lebih baik untuk memperbaiki gaya hidup pasien. Aplikasi ini juga dapat memungkinkan pekerja medis mengirim pesan ke pasien.

Loading...

Di rumah sakit, ketika mereka bertemu dokter sebulan sekali, pasien biasanya ditanya tentang hal-hal seperti berat badan dan kebiasaan diet  Namun, mereka sering lupa menjalani pemeriksaan rutin karena banyak dari mereka telah berusia 40-an dan 50-an dan sibuk dengan pekerjaan.  Pasien-pasien ini sering tidak kontrol karena mereka tidak memiliki gejala yang nyata, terutama pada tahap awal penyakit.

Namun, jika mereka tidak menjalani pemeriksaan untuk waktu yang lama, pasien diabetes bisa menderita perdarahan atau gangren retina, sementara mereka dengan gangguan hati bisa berkembang jadi sirosis atau kanker. Untuk mencegah hasil yang serius ini, penting bagi pasien untuk merobah pola hidup mereka sehari-hari.

“Kami berharap jika pasien dapat merasa mereka diawasi bahkan ketika mereka tidak bertemu dokter, itu akan mendorong pasien untuk melanjutkan pengobatan mereka,” kata Hirokazu Takahashi, seorang dokter di rumah sakit itu.

Rumah Sakit Memorial Isahaya di Isahaya, Prefektur Nagasaki, yang dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada perawatan diabetes, juga memperkenalkan “Welby My Karute” pada bulan Maret. “Aplikasi ini memudahkan pasien untuk menyimpan catatan setiap hari karena lebih mudah daripada menulis dengan tangan,” kata Yoshihiko Yamaguchi. “Kami juga dapat memberikan saran yang lebih spesifik tentang gaya hidup mereka dengan menghadirkan materi grafis seperti bagan dan foto.”

Sementara itu, Rumah sakit Universitas Kyushu di Higashi Ward, Fukuoka, mengembangkan aplikasi untuk pasien dengan gagal jantung yang menerima perawatan di rumah, bekerja sama dengan Hitachi Ltd. dan Universitas Hokkaido tahun lalu.

Aplikasi ini memungkinkan pasien dan rumah sakit untuk berbagi data yang mereka masukkan, seperti denyut nadi, tekanan darah, makanan, tidur dan apakah mereka menggunakan obat dengan tepat. Ini juga memiliki fungsi peringatan untuk menyarankan mereka agar mengunjungi rumah sakit sesegera mungkin ketika berdasarkan data ini dicurigai kondisi pasien semakin buruk.

Langganan berita lewat Telegram
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Elfizon Amirhttps://elfizonamir.blogspot.co.id/
Direktur Eksekutif DHIBS Pasaman Barat Dokter di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat Yarsi Sumbar Penulis Pemerhati sosial politik
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

Riba

Musnah Karena Riba

TERPOPULER

Riba

Musnah Karena Riba

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

pemimpin

Memilih Pemimpin

close