Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Disinyalir Gizi Buruk, Remaja ini Tergeletak Selama 14 Tahun

Kotawaringin Barat – Toni Ardiyanto (14) anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan suami istri Suyatno (53) dan Suyati (36) Warga Jalan Ahmad Yani, Semanggang Desa Pangkalan Banteng RT 8 RW 2, Kecamatan Pangkalan Banteng Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah tergeletak selama 14 tahun di tempat tidur.

“Sejak lahir Toni belum bisa berbicara dan berjalan. Ada yang bilang ini gizi buruk, tapi ada juga yang bilang Toni meminum air ketuban waktu lahir,” ucap Suyati saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (10/5).

Toni waktu berumur 13 tahun, sambung Suyati, meskipun tidak bisa berjalan badannya gemuk layaknya anak seusianya. Satu tahun terakhir ia terkena penyakit sesak nafas dan berat tubuhnya hingga tinggal 9 kilogram.

“Setahun yang lalu saya bawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kata dokter penyakitnya infeksi paru,” imbuhnya.

Suyati juga mengatakan jika selama ini belum ada bantuan atau perhatian dari Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan. Bahkan, kata dia, sebelum mendaftar BPJS dan memilih kelas III dengan iuran 25.500 rupiah setiap bulan, setiap kali ke Rumah Sakit dirinya rela bayar dengan mencari hutang demi kesembuhan buah hatinya.

Ia juga mengatakan, anak nomor duanya terpaksa dititipkan kepada keponakannya agar bisa terawat dengan baik. Mengingat dirinya sendiri merasa tidak mampu lagi untuk merawat ketiga anaknya.

“Bagaimana bisa saya merawat ketiga anak sekaligus dengan usia yang masih dini. Yang kedua umur 3 tahun dan yang ketiga baru 20 bulan,” ujarnya sambil sesekali menyeka air matanya.

Suyatno, ayah Toni yang kesehariannya menjadi buruh sopir di salah satu perusahaan kelapa sawit seakan tidak bisa berbuat banyak. Dengan pendapatan yang serba pas-pasan ia rela pergi pagi pulang sore demi mencari sesuap nasi dan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Semanggang, dr. Tommy Mongdong memberikan keterangan jika pasien atas nama Toni bisa dirujuk lagi ke Rumah Sakit yang dituju. Tommy juga belum bisa memastikan jenis penyakit apa yang diderita oleh Toni.

“Pastinya akan kami priksa dahulu, setelah penyakitnya ketahuan maka akan segera kami berikan rujukan untuk pengobatan selanjutnya,” papar Tommy saat dikonfirmasi melalui telepon cellulernya dalam waktu yang sama.

Menurutnya, jenis penyakit yang diderita pasien perlu cek laborat serta pemeriksaan secara kontinew. Dengan demikian, tambahnya, pihak kesehatan bisa mencarikan jenis obat yang tepat dan memberikan penanganan kepada pasien secara maksimal.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER