Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Antisipasi Hawa Panas Pemilu, Pemuda Lintas Agama Bentuk Forum Kerukunan

Kotawaringin Barat – Puluhan pemuda yang merupakan perwakilan dari agama Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kaharingan, siang tadi, Sabtu (7/4) membentuk Forum Kerukunan Pemuda Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Acara yang dilaksanakan di rumah Gusti Kadran jalan A. Yani gg. Lele Kelurahan Baru Arut Selatan tersebut juga dihadiri anggota TNI AU Lanud Iskandar, TNI AD Kodim dan juga Polres Kobar dan juga berbagai organisasi dan elemen masyarakat.

Dalam pidatonya, Gusti Kadran, tokoh Agama Kobar, menyampaikan pentingnya pembentukan kerukunan pemuda lintas agama, suku juga golongan. Ia juga menjelaskan tahun 2018-2019 adalah tahun politik dan rentan menuai konflik horizontal.

“Hawa panas Pilkada sudah bisa dirasakan khususnya di kota-kota besar. Maka pembentukan forum ini kita harapkan bisa menjadi benteng agar para pemuda ikut menjaga dan menciptakan suasana yang kondusif,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya suasana panas tersebut lantaran satu sama lain merasa paling benar. Disamping itu pula, lanjut dia, banyaknya kabar hoax yang disebarkan melalui media sosial akan menjadi ancaman serius bagi keamanan Nasional.

“Hoax itu Fitnah, dan mereka yang membuat adalah yang tahu hukum, bukan masyarakat biasa. Maka saatnya pemuda tampil untuk menepis itu semua, pemuda harus menjadi garda terdepan demi keutuhan NKRI,” tegas Gusti Kadran.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Kelurahan Baru, Muhammad Ramlan juga berharap kiprah para pemuda yang tergabung dalam forum hendaknya bisa menjadi wadah untuk menyelesaikan setiap persoalan. Ia juga mengapresiasi atas hadirnya perwakilan dari berbagai organasi masyarakat dan adat yang ada di Kabupaten Kobar.

“Jelang pemilu mestinya banyak gesekan. Oleh karena itu farum ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk penyelesaian setiap masalah dengan cara yang arif dan bijaksana,” tandasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Tim Formatur, Muhammad Yusuf, ia menilai pembentukan forum kerukunan sangatlah penting. Karena, kata dia, dengan beranggotakan dari berbagai etnis, latar belakang, kultur budaya, agama, organisasi masyarakat, nantinya akan memperkuat atas kerukunan yang sudah terjalin selama ini.

“Tujuan merangkul semuanya agar supaya bisa lebih dekat dalam bingkai Kebhinekaan. Tidak ada maksud lain, selain menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, hasil rapat pertemun tersebut disepakati untuk tahap awal hanya memilih tiga pengurus harian, yaitu ketua, sekretaris dan bendahara yang nantinya bisa merumuskan pada agenda pertemuan berikutnya.

Secara aklamasi disepakati hasilnya sebagai berikut :
1. Ketua : Muhammad Sulthon, dari GP Ansor Kobar.
2. Sekretaris : Sean Elbharri Rindjen, dari anggota Dewan Adat Dayak (DAD).
3. Bendahara : Imada Faila Shova, dari Barisan Muda PAN.

“Kami segera rapat internal untuk merumuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi ini. Selanjutnya nanti akan kami adakan pertemuan lanjutan. Soal deklarasi mestinya jika semuanya sudah siap,” ucap Sulthon kepada sejumlah awak media usai acara.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER