Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Anak Tokoh Dayak Kenakan Pakaian Adat Jawa

Kotawaringin Barat – Acara Pelepasan dan Perpisahan TK Tunas Rimba Pangkalan Bun dengan mengusung tema keberagaman, tampaknya semakin melekatkan tradisi yang berbeda ragam, suku dan budaya. Gabriel Alexander putra dari Wendy Suewarno, tokoh Suku Dayak Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, lebih memilih pakaian adat Suku Jawa untuk dikenakan dalam kegiatan tersebut.

“Tujuannya agar anak usia dini mengenal ragam budaya dan Kebhinekaan,” ucap Wendy tokoh Dewan Adat Dayak (DAD) Kobar, Sabtu (12/5).

Sebagai orang tua siswa sekaligus tokoh Dayak, Wendy sengaja memilih pakaian adat Jawa untuk dikenakan buah hatinya. Hal itu dilakukan semata-mata hanya menginginkan kelak putranya menjadi manusia yang bisa menyayangi sesama anak bangsa.

“Mengenalkan Budaya Nusantara  sekaligus menanamkan semangat Bhineka Tunggal ika dan persatuan sesama anak bangsa sejak dini,” imbuhnya.

Acara yang dilaksanakan di Aula Bappeda jalan HM. Rafi’i tersebut juga menampilkan banyak ragam budaya. Salah satunya adalah pakaian adat yang dikenakan oleh Gabriel, ia menampilkan kesenian dari Pulau Jawa yaitu Kuda Lumping.

Selain daripada itu, dalam acara perpisahan tersebut setiap anak juga diajarakan dan dikenalkan keaneka ragaman seni Budaya Nusantara. Mulai dari pengenalan jenis pakaian adat suatu daerah, budaya bahkan jenis dan nama keseniannya.

“Sebagai orang tua siswa kami berharap acara seperti ini digalakkan terus menerus. Tujuannya agar anak usia dini sudah mengerti bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku dan budaya namun bersatu padu dalam satu bingkai Kebhinekaan, persatuan dan kerukunan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Pemuda (FKKP) Kobar, Muhammad Sulthon menyampaikan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan itu bisa mengangkat dan menanamkan budaya dan adat istiadat kepada para tunas generasi muda penerus bangsa.

“Indonesia adalah sebuah negara yang dibangun dari keberagaman Suku, Agama, Budaya, RAS, dan sebagainya. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk selalu menjaganya, khususnya mengenalkan pada anak sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda Indonesia tumbuh dari anak usia dini, maka harus dikenalkan dengan ragam budaya yang ada di Indonesia. Supaya mereka tahu, bahwa Negara Indonesia memiki kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER