Admin Warga

Tulisan Terbaru

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Keadilan Azab Atas Penduduk Negeri

Ketika azab datang menimpa suatu negeri, orang mengira penduduk negeri itu dianiaya. Padahal, Allah sedang menegakkan keadilan azab atas mereka. Tak satupun yang dianiaya. 

Argumen Orang Musyrik Sudah Tertebak

Orang-orang musyrik ketika ditanya apa dasarnya mengharamkan sesuatu, maka mereka susun argumen-argumen untuk membantah. Sebelum orang musyrik memberikan argumen, Allah sudah memberi cara bagaimana menanggapinya. Betul, argumen orang musyrik sudah tertebak.  Apa dasarnya orang-orang musyrik mengharamkan sesuatu? Bagaimana cara menanggapi alasan-alasan mereka? Apakah argumen orang musyrik sudah tertebak?

Meraih Kepemimpinan Dengan Jalan Musyrik

WARGASERUJI - Munculnya kemusyrikan tidak berasal dari orang papa. Hanya pembesar dan tokoh yang bisa. Bahkan, mereka meraih kepemimpinan dengan jalan musyrik, karena bisa...

Zaman Azab Sudah Lewat

Sejak Nabi Muhammad diutus menjadi rasul, sudah tidak ada lagi generasi yang diazab seperti beberapa generasi masa lampau. Zaman azab sudah lewat. 

Kreativitas Sesat Orang Musyrik

Orang musyrik itu punya kreativitas, tapi kreativitas sesat. Mereka menggunakan imajinasi dalam urusan agama. Padahal, Islam hanya berdasarkan fakta. 

Orang Sesat Tidak Sadar Dirinya Sesat

Seharusnya menjadi tanda tanya bagi seorang mukmin setiap saat, apakah dirinya tersesat atau mendapat petunjuk? Sebab, orang sesat tidak sadar dirinya sesat. Kalau sadar dirinya sesat, pasti akan mencari petunjuk. Karenanya, seorang mukmin selalu meminta petunjuk kepada Allah setiap shalat.

Beriman Itu Peluangnya Kecil

Beriman itu peluangnya kecil. Maksudnya, kemungkinan seseorang menjadi beriman itu lebih sedikit daripada tidak beriman. Kebanyakan orang tidak beriman. Termasuk saat-saat ini.