Assalam itu adalah salah satu nama dari nama-nama Allah, yang hanya pantas diucapkan bagi orang yang beriman kepada-Nya, dan dilarang diucapkan oleh orang yang kufur kepada-Nya, maupun disampaikan kepada orang kafir yang inkar terhadap syariat-Nya.

Ucapan salam ini ada sejak jaman dahulu kala, dan telah diajarkan oleh Allah kepada para Nabi dan orang-orang yang beriman.

Sy. Abu hurairah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah telah menciptakan Nabi Adam AS dengan bentuk yang panjang (tinggi)-nya 60 dhira’. Tatkala Nabi Adam AS sudah tercipta, Allah berfirman,

“Pergilah dan ucapankanlah salam kepada para malaikat yang duduk, dan perhatikan penghormatan apa yang mereka berikan kepadamu, karena itu merupakan penghormatan kepadamu dan kepada anak cucumu (kelak).”

Lalu Nabi adam AS (menghampiri para malaikat) dan mengucapkan, ‘Assalammu ‘alaikum.

Mereka menjawab, ‘Assalammu ‘alaika wa rahmatullahi.’

Kata wa rahmatullahi yang ditambahkan para m alaikat itu berarti: “Semoga Allah memberi rahmat kepadamu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Mengucapkan salam kepada sesama muslim ini sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam, karena dalam ucapan salam itu banyak makna positif.

Sy. Ibnu Mas’ud RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertemu dengan saudaranya, maka hendaklah dia mengucapkan salam. Jika keduanya dipisahkan oleh pohon, dinding, atau batu, lalu bertemu kembali, maka hendaklah dia mengucapkan salam lagi.” (HR. Abu Dawud).

Betapa pentingnya ucapan salam, hingga perpisahan yang sangat sebentar dengan posisi yang berdekatan, selagi ada jeda pemisah, maka dianjurkan untuk mengucapkan salam lagi kepada sesama muslim yang sudah bertemu sebelumnya.

Sy. Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagaimanakah Islam yang paling baik itu ?”

“Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal atau tidak engkau kenal,” jawab Nabi Muhammad SAW. (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Dalam hadits di atas ini memberi makna bahwa seringnya ungkapan salam yang terucap dari lisan seorang muslim itu menandakan baiknya keislaman dalam dirinya. Semakain sering orang itu berucap salam, maka semakin baik pula kualitas keislamannya.

Sy. Abu Hurairah RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Tidaklah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan akan menjadikan kalian saling mencintai ? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).

Berikut ini termasuk salah satu wasiat Rasulullah SAW tentang ucapan salam yang cukup terkenal.

Sy. Abdullah bin Salam RA menginformasikan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makan, sambunglah tali silaturrahim, dan shalatlah ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.” (HR. At-Tirmidzi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Tidak Lama Lagi, Pangkut Bakal Jadi Kota

Kotawaringin Barat - Jalan sepanjang 8 kilo meter dengan lebar 20 meter pembangunannya digeber guna mempersiapkan pemekaran desa. Pelebaran dan pembuatan jalan poros baru...

Terkait Demo Astra, Darsani Angkat Bicara

Kotawaringin Barat - Darsani Bin Alfius Mahi, tokoh masyarakat Dayak Pangkut Arut Utara Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demo yang dilakukan...
Irwan Prayitno

Irwan Prayitno : Kita Harus Ukur Bayang Bayang

Irwan Prayitno tidak berharap dirinya untuk jadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden manapun meskipun partainya PKS mengunggulkan dia bersama 8 kader lain. . "Kita...