Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

ODGJ versus Kelemahan Fisik Wanita

Dalam minggu ini saya menemukan dua kasus penganiayaan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) kepada keluarganya, satu kasus seorang ibu yang dianiaya anaknya yang ODGJ sampai tulang selangkanya patah, dia diamuk dan diinjak-injak. Fisiknya sebagai wanita yang sudah berumur lebih dari 70 tahun tak mampu melawannya, suaminya yang sudah uzurpun juga tak mampu menolongnya.

Kasus kedua seorang nenek di diamuk oleh cucunya yang ODGJ, barang pecah belah dirumahnya dipecahin semua, kemudian nenek tersebut dipukul dengan pecahan piring sampai kepalanya robek dan harus dijahit lukanya.

Kedua ODGJ tersebut pernah menjalani pengobatan medis dan sempat mengalami perbaikan. Karena pernah mengalami perbaikan, menyebabkan keluarga lengah dan tidak membawa ODGJ tersebut untuk mengontrolkan kesehatan jiwanya.

Loading...

Mayoritas ODGJ memang butuh obat dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan seumur hidup agar kesehatan jiwanya bisa terkontrol dan bisa bersosialisai dengan lingkungannya secara lebih baik. Meskipun bukan jaminan bila sudah diobati secara rutin ODGJ tidak akan mengalami episode mengamuk.

Keluarga yang memiliki anggota keluarga ODGJ selain dituntut untuk memiliki kesabaran lebih juga harus memiliki kewaspadaan lebih. Persoalan semakin rumit ketika anggota keluarga yang tinggal serumah adalah wanita renta seperti dua kasus diatas.

Bukan pula solusi bila setiap ODGJ harus dirawat inap di RSJ, sebab bila ini terjadi maka betapa banyak RSJ yang harus dibangun. ODGJ bila sudah dimungkinkan untuk rawat jalan maka oleh dokter akan disarankan untuk rawat jalan yang diiringi dengan kontrol rutin sebulan sekali dan minum obat rutin setiap hari.

Banyak ODGJ yang kontrol rutin dan minum obat rutin bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Ketika ODGJ sudah bisa bersosialisasi dengan masyarakat terkadang keluarga lengah dan merasa ODGJ sudah tidak memerlukan obat. Sehingga ODGJ mengalami kemunduran kondisi kesehatan jiwa bahkan sampai mengamuk orang di sekitarnya seperti yang terjadi pada dua kasus di atas. Dan wanita menjadi kelompok paling rentan menjadi korban kekerasan disebabkan kelemahan fisik mereka, apalagi bila wanita yang sudah renta.

Mari kita mengambil pelajaran dari peristiwa diatas, bila di lingkungan kita ada ODGJ sarankan pada keluarga untuk dibawa ke fasilitas kesehatan, bila kondisi sudah memungkinkan dirawat jalan maka sarankan keluarga untuk selalu ikuti saran dokter dan jangan bosan untuk kontrol dan minum obat secara rutin.

 

Langganan berita lewat Telegram
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Endang S
Ibu rumah tangga yang dokter, bekerja di dalam dan di luar rumah. Sedang caper sama Allah melalui GMKM. Memimpikan kesetaraan pembangunan kesehatan di seluruh wilayah NKRI
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

Riba

Musnah Karena Riba

TERPOPULER

Riba

Musnah Karena Riba

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

pemimpin

Memilih Pemimpin

close