close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Mewujudkan Desa Sejahtera dan Mandiri lewat BUM Desa (Bag 3)

Berikut 4 tips sederhana, usaha yang dapat dikerjakan oleh BUM Desa dengan modal yang terjangkau.

Sebelumnya yang perlu diingat adalah, tujuan utama BUM Desa bukan mengejar keuntungan semata, tetapi memikirkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Dengan begini bukan hanya keuntungan materi yang diperoleh oleh BUM Desa tetapi juga keuntungan Moril yang diperoleh dari masyarakat dan diluar itu tentu saja banyak keuntungan lain.

Tips Pertama, tujuan penghasilan jangka panjang.

Loading...

Dengan kondisi wilayah yang luas dan terdapat banyak sekali tanah kosong yang tidak digarap, serta biasanya di pedesaan 1 kapling tanah yang terdapat rumahnya bisa seluas antara 2000 sampai 5000 meter persegi ataupun kurang sedikit dari 2000 meter persegi, maka BUM Desa dapat menggarap bidang pertanian dengan memanfaatkan tanah yang terlantar tidak berpenghuni.

Jenis tanaman yang dimaksud disini adalah Sawit dan Pinang. BUM Desa dapat menanam sawit dan pinang di tanah terlantar atau bisa juga BUM Desa menanam sawit di tiap-tiap pekarangan rumah-rumah warga masyarakat sebanyak 2 batang pohon sawit atau 4 batang pohon pinang.

Tanaman yang ditanam di perkarangan rumah warga ini sifatnya menumpang tanam, namun dipilih tempat yang tidak mengganggu tentunya. Tanamannya tetap milik BUM Desa, dipelihara dan dipanen oleh BUM Desa.

Andaikan ada sekitar 300 rumah, maka jumlah pohon sawit yang dapat ditanam sudah sekitar 600 batang. Jika 1 hektar sawit berjumlah 140 batang, maka sekitar 4 hektar lahan sudah dihemat. Jika 1 hektar sawit per 2 minggu dapat menghasilkan bruto 1 juta rupiah, maka 4 hektar sudah menghasilkan 4 juta rupiah bruto per 2 minggu atau 8 juta rupiah bruto per bulan. Hasil tergantung kwalitas buahnya.

Buah pinang yang sudah dikupas dan dijemur, bisa dijual 1 kilogram seharga 10 sampai 15 ribu rupiah. Jika setiap hektar pinang ada 1000 batang dan setiap batang menghasilkan sekitar 5 kilogram buah pinang kering saja, maka sudah dapat dihitung besaran penghasilan BUM Desa perbulan dari hasil 2 jenis tanaman tersebut. Bisa puluhan bahkan ratusan juta.

Mari manfaatkan setiap peluang yang ada khususnya dalam bidang pertanian perkebunan.

Lalu dari hasil keuntungan BUM Desa mengelola sawit dan pinang tersebut, apa kompensasi yang diperoleh masyarakat?

Dana CSR, jawabnya. Bisa digunakan kepada mayarakat untuk biaya pengobatan gratis, uang kebersihan dan keamanan gratis, membantu anak yatim dan fakir miskin dan lain-lain yang sifatnya darurat

Tips Kedua, tujuan penghasilan jangka pendek.

Untuk usaha jenis kedua ini, sebenarnya setiap orang bisa membuat, mudah dan sederhana. Modalnya sedikit, peralatan yang diperlukam hanya penggorengan, kompor, pisau, plastik ukuran seperempat kilo,singkong dan tenaga kerja paling banyak 3 orang.

Keripik singkong balado. Ini usaha paling cepat menghasilkan uang. Harga bahan baku singkong hanya sekitar 3000 rupiah per kilogram, cabe giling secukupnya dan kalau bisa dicampur sedikit dengan ikan teri halus. Dengan plastik ukuran seperempat kilogram, dapat dijual dengan harga 1000 sampai 2000 rupiah, tergantung takaran isinya.

Jika dapat diproduksi sekitar 10 ribu sampai 20 ribu bungkus per bulan, maka hasil penjualan bisa mencapai puluhan juta rupiah bruto. Sistem penjualan bisa dengan cara konsinyasi atau jual borongan, bisa juga dengan menggunakan sales, atau mungkin ada cara lain yang lebih efektif dan efisien.

Untuk bahan baku, 8 bulan pertama harus dibeli dari pedagang singkong, namun seiring berjalan waktu, masyarakat desa dapat diminta untuk menanam singkong di sekitar perkarangan rumah mereka, lalu kalau sudah berumur 7 atau 8 bulan, masyarakat dapat menjual singkong mentah tersebut ke BUM Desa. BUM Desa dapat membeli dengan harga yang lebih tinggi, bisa 4000 sampai 5000 ribu rupiah per kilogram.

Dari 2 tips sederhana diatas kita bisa menghitung penghasilan BUM Desa perbulan. Jika uang kas BUM Desa sudah cukup banyak, maka kita tingkatkan ke Tips selanjutnya yang lebih menantang, namun tetap sederhana tetapi mungkin belum pernah terpikirkan oleh BUM Desa.

Silahkan baca bagian keempat tulisan ini.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Rory Anashttp://facebook.com/myunas78
Berprofesi sebagai Konsultan Hukum/Penasehat Hukum, Mahasiswa Magister Hukum, aktif sebagai Sekretaris Organisasi PERSIS di Kabupaten Bengkalis, juga sebagai Petani yang kadang-kadang Menulis semampunya.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER