Biasanya menjelang akhir Romadhon jamaah masjid semakin berkurang. Jamak kita lihat kondisi ini baik di masjid perkotaan maupun yang di daerah.

Namun lain halnya dengan masjid Namira Lamongan. Masjid ini seakan menjadi magnet bagi jamaah muslim baik yang di lingkungan Lamongan maupun sekitarnya.

Bahkan di akhir Romadhon tepatnya di 10 akhir Romadhon, jamaah memadati bahkan memenuhi semua ruang utama dan teras masjid.

Puncaknya di malam yang ke 25 Romadhon, Sabtu tanggal 9 Juni 2018 jamaah “full booked” memenuhi semua shof di masjid yang terletak 3 kiloan dari alun-alun ke arah selatan.

Sedangkan jamaah yang tidak tertampung di dalam ataupun di teras masjid, panitia dengan sigap sudah menyiapkan terpal yang dihamparkan di atas paving halaman masjid.

Sungguh pemandangan yang indah sekaligus mengharukan. Ternyata umat muslim menyambut Romadhon bukan hanya sekedar formalitas tapi terlihat dari kekhusyukan mereka beribadah di rumah Allah ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah Kenapa masjid Namira ini menjadi magnet banyak jamaah muslim yang berkumpul di sini, sementara di masjid yang lain hampir semuanya berkurang lebih-lebih mendekati akhir etape Romadhon.

Menurut penulis yang sudah beberapa tahun selama Romadhon menikmati i’tikaf di masjid Namira ini, melihat beberapa catatan penting kenapa masjid ini menjadi idola kaum muslimin di Lamongan dan sekitarnya.

Masjid ini sangat ramah kepada jamaah. Pertama, ramah dalam artian mulai kita sampai di lokasi masjid ada hamparan parkir yang sungguh sangat luas. Tak kalah dengan mall-mall besar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Ramah yang kedua adalah lingkungan masjid yang luas, bersih, nyaman dan nampak suasana di masjid Nabawi atau di Masjidil haram.

Begitu kita memasuki masjid di ruangan utama seakan-akan kita shalat menghadap Ka’bah. Di depan imaman ada kiswah yang asli yang didatangkan langsung dari Makkah al-Mukaromah.

Ramah yang ketiga adalah jamaah I’tikaf sudah disiapkan sahur dan berbuka setiap harinya. Takmir masjid Namira sudah menyiapkan 2000-an porsi untuk berbuka dan sahurnya para jamaah.

Karena ramah dan nyaman, jamaah merasa nikmat untuk berlama-lama di masjid Namira ini yang memang secara sunnah sudah diajarkan oleh Baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam agar menghidupkan 10 hari terakhir Romadhon.

Bagi Anda yang belum merasakan nikmatnya beribadah ketika di masjid Namira ini masih ada beberapa hari kedepan untuk ikut serta merasakannya.

Selamat mengisi hari-hari akhir di bulan Romadhon ini dengan banyak beristighfar memohon petunjuk kepada Allah dan mendoakan diri, keluarga, umat dan bangsa ini agar menjadi pribadi, menjadi masyarakat, dan menjadi bangsa yang berdaulat, bahagia dan sejahtera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Belajar dari Iwan Fals: Kedewasaan tak Selalu Linier dengan Usia

"Tadinya mau puasa ngetwit sampai lebaran, tapi begitu baca berita ini batal dah puasanya... https://t.co/HD9UiTnX9P " twit Iwan Fals melalui akun twitternya pada 10...

Faedah Mendekati Ulama

Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Imam Al-auza`i adalah seorang alim, ahli fiqih yang bijak, dan murid-murid beliau sangat banyak, karena beliau terkenal sangat akrab dengan para...

SP3 HRS, Penyidikan Dihentikan?

Kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) tergolong unik. Dari sejak percakapan berbau porno yang dituduhkan kepadanya, entah siapa pembuatnya, hingga proses pemberitaan masif...