Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan dan kecurangan. Karena kelaparan berarti kehilangan nikmat, dan kecurangan (khianat) berarti kehilangan agama.” (HR. Abu Dawud).

Curang adalah perilaku tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil, menipu orang lain, berkhianat dan yang semacamnya. Ayat pertama terdapat dalam QS. Almuthaffifin yang berasal dari kata thaffafa artinya mengurangi atau menambah sedikit. Menurut Imam Ibnu Kastir kalimat ath-thathfif artinya pengambilan sedikit dari timbangan atau penambahan.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kepada setiap orang kami pekerjakan, kami beri penghasilan sebagai rezeki. Apabila ia mengambil selain itu, berarti ia berkhianat (korupsi).” (HR. Abu Dawud)

Berkhianat atau korupsi itu termasuk kecurangan, dan kecurangan itu sama halnya kehilangan agamanya. Maka orang yang berbuat curang itu sama halnya tidak beriman kepada Allah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pada hari kelak, semua manusia dari yang awal sampai yang terakhir akan dikumpulkan. Bagi setiap pengkhianat akan di pancangkan bendera tanda pengenal. Kemudian akan dikatakan kepadanya, “Inilah pengkhianat si Fulan.” (HR. Al-Bukhari).

Para pelaku kecurangan akan direndahkan oleh Allah baik di dunia apalagi di akhirat. Sekali seseorang itu ketahuan oleh masyarakat telah berbuat curang, maka peridikat sebagai pengkhianat atas dirinya akan terus disandang. Belum lagi kelak di akhirat nanti.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bagi setiap pengkhianat kelak akan ditancapkan bendera pada duburnya setinggi pengkhianatan yang telah di lakukannya. Tiada pengkhianatan yang lebih besar dosanya dibandingkan dengan seorang penguasa yang dzalim.” (HR. Muslim).

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan isi komentar anda
    Masukan Nama Anda