Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Fenomena #2019GantiPresiden, Siapakah Penggantinya?

Fenomena #2019GantiPresiden semakin menggeliat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan baik masyarakat atas maupun menengah. Usulan ini yang awalnya digagas kader PKS Mardani Ali Sera ini disambut luas, namun tak ayal, di sisi pihak pendukung petahana, usulan ini menjadi cemohan. Mereka selalu bertanya.. “Siapa penggantinya?”

Pertanyaan ini memang secara tegas belum bisa dijawab pihak-pihak yang anti jokowi atau pihak-pihak yang merasa ingin ada perubahan, mengingat belum ada deklarasi resmi dari personal yang dicalonkan sebagai calon presiden maupun dari partai pengusung. Kalopun sudah ada deklarasi, itupun belum bisa dikatakan legal formal karena masih ada proses berikutnya yaitu pendaftaran di KPU yang rencananya dilakukan pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Berdasar pengalaman yang sudah-sudah, para partai pengusung akan menentukan calon yang diusung pada menit atau bahkan detik-detik terakhir. Bisa jadi semua ini terkait dengan alotnya negosiasi antar parpol pendukung, atau juga adanya titipan aspirasi dari pihak-pihak invisble man yang selama ini terkadang tak terlihat tapi menjadi strong decision. 

Loading...

Adanya penjelasan di atas menjadikan argumen siapa pengganti Presiden atau bahkan siapa calon presiden Indonesia di 2019 juga belum terlihat meskipun masyarakat sudah bisa meraba-raba.

Nama-nama yang cukup kuat diperbincangkan saat ini sebagai calon penantang petahana adalah Prabowo Subianto. Alasannya sangat logis, beliau sosok ketua partai Gerindra yang tahun lalu dicalonkan, partai yang cukup menggandeng satu partai, apakah PKS atau yang lain, yang bisa memenuhi syarat pencalonan secara aturan Pilpres.

Disamping secara administrasi maupun posisi sebagai ketum partai, sosok Prabowo juga layak dan pantas dicalonkan dikarenakan kemampuan, pengalaman dan kapabilitas beliau yang semua orang angkat topi.

Namun, apakah hanya sosok Prabowo yang kuat sebagai calon penantang petahana? Iya, kecuali beliau memposisikan diri sebagian King Maker.  Ketika posisi itu beliau ambil maka akan bermunculan calon-calon alternatif terbaik putra bangsa yang bisa dipilih.

Sosok yang dipilih tentu saja harus mendapatkan persetujuan sang ketum Gerindra. Nah disinilah hanya ada beberapa calon potensial yang kurang lebih memenuhi selera beliau.

Membaca ‘selera’ Prabowo, beliau terkesan pada sosok-sosok cerdas, nasionalis, berani dan tangguh. Meskipun ‘selera’ ini sempat keliru saat pencalonan gubernur DKI pada tahun 2012.

Sosok-sosok itu saat ini hanya terlihat pada 2 orang yaitu Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan. Apakah beliau pak Prabowo akan mencalonkan mereka.. Jawabannya setelah kontes Pilkada 2018.

Kenapa setelah kontes Pilkada 2018?

Karena disitulah letak mengamankan suara pemilih. Siapa yang menjadi pemenang kepala daerah maka disitulah kans kemenangan diri dan partainya terbuka lebar.

Kembali ke pertanyaan apakah fenomena #2019GantiPresiden sudah ada jawabannya? Maka jawabnya adalah BELUM, bahkan kalo pertanyaan itu ditelaah lebih detail, apakah petahana akan mencalonkan lagi di Pilpres 2019? ,Jawabannya juga belum pasti.

Bisa jadi perjalanan politik sampai Agustus 2018 akan banyak dinamika. Siapa tau, tiba-tiba PDIP sebagai partai terbesar merasa kecewa lalu berbalik arah mendukung Prabowo, atau tiba-tiba Golkar yang sudah mendukung petahana lalu menarik diri lagi karena fenomena bola salju dari #2019GantiPresiden semakin membesar? Wallahua’lam

Survey para konsultan yang beredar di berbagai media juga tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi saat ini ada satu calon yang diunggulkan, namun saat Agustus 2018, berubah. Semua masih menunggu. Semua masih misteri dan belum bisa terjawab secara lugas.

Fenomena #2019GantiPresiden semakin menggeliat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan baik masyarakat atas maupun menengah. Usulan ini yang awalnya digagas kader PKS Mardani Ali Sera ini disambut luas, namun tak ayal, di sisi pihak pendukung petahana, usulan ini menjadi cemohan. Mereka selalu bertanya? “Siapa pengganti nya?”

Pertanyaan ini memang secara tegas belum bisa dijawab pihak-pihak yang anti jokowi atau pihak-pihak yang merasa ingin ada perubahan, mengingat belum ada deklarasi resmi dari personal yang dicalonkan sebagai calon presiden maupun dari partai pengusung. Kalopun sudah ada deklarasi, itupun belum bisa dikatakan legal formal karena masih ada proses berikutnya yaitu pendaftaran di KPU yang rencananya dilakukan pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Berdasar pengalaman yang sudah-sudah, para partai pengusung akan menentukan calon yang diusung pada menit atau bahkan detik-detik terakhir. Bisa jadi semua ini terkait dengan alotnya negosiasi antar parpol pendukung, atau juga adanya titipan aspirasi dari pihak-pihak invisible man yang selama ini terkadang tak terlihat tapi menjadi hard decision.

Adanya penjelasan di atas menjadikan argumen siapa pengganti Presiden atau bahkan siapa calon presiden Indonesia di 2019 juga belum terlihat meskipun masyarakat sudah bisa meraba-raba.

Nama-nama yang cukup kuat diperbincangkan saat ini sebagai calon penantang petahana adalah Prabowo Subianto. Alasannya sangat logis, beliau sosok ketua partai Gerindra yang tahun lalu dicalonkan, partai yang cukup menggandeng satu partai, apakah PKS atau yang lain, yang bisa memenuhi syarat pencalonan secara aturan Pilpres.

Disamping secara administrasi maupun posisi sebagai ketum partai, sosok Prabowo juga layak dan pantas dicalonkan dikarenakan kemampuan, pengalaman dan kapabilitas beliau yang semua orang angkat topi.

Namun, apakah hanya sosok Prabowo yang kuat sebagai calon penantang petahana? Iya, kecuali beliau memposisikan diri sebagian King Maker. Ketika posisi itu beliau ambil maka akan bermunculan calon-calon alternatif terbaik putra bangsa yang bisa dipilih.

Sosok yang dipilih tentu saja harus mendapatkan persetujuan sang ketum Gerindra. Nah disinilah hanya ada beberapa calon potensial yang kurang lebih memenuhi selera beliau.

Membaca ‘selera’ Prabowo, beliau terkesan pada sosok-sosok cerdas, nasionalis, berani dan tangguh. Meskipun ‘selera’ ini sempat keliru saat pencalonan gubernur DKI pada tahun 2012.

Sosok-sosok itu saat ini hanya terlihat pada 2 orang yaitu Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan. Apakah beliau pak Prabowo akan mencalonkan mereka.. Jawabannya setelah kontes Pilkada 2018.

Kenapa setelah kontes Pilkada 2018?

Karena disitulah letak mengamankan suara pemilih. Siapa yang menjadi pemenang kepala daerah maka disitulah kans kemenangan diri dan partainya terbuka lebar.

Kembali ke pertanyaan apakah fenomena #2019GantiPresiden sudah ada jawabannya? Maka jawabnya adalah BELUM, bahkan kalo pertanyaan itu ditelaah lebih detail, apakah petahana akan mencalonkan lagi di Pilpres 2019?

Jawabannya juga belum pasti.

Bisa jadi perjalanan politik sampai Agustus 2018 akan banyak dinamika. Siapa tau, tiba-tiba PDIP sebagai partai terbesar merasa kecewa lalu berbalik arah mendukung Prabowo, atau tiba-tiba Golkar yang sudah mendukung petahana lalu menarik diri lagi karena fenomena bola salju dari #2019GantiPresiden semakin membesar? Wallahua’lam

Survey para konsultan yang beredar di berbagai media juga tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi saat ini ada satu calon yang diunggulkan, namun saat Agustus 2018, berubah. Semua masih menunggu. Semua masih misteri dan belum bisa terjawab secara lugas.

Langganan berita lewat Telegram
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Romy Yudianto
Saya seorang engineer yg tertarik pada masalah perkembangan politik & kemanusiaan.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TANGGAPAN TERBANYAK

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

Riba

Musnah Karena Riba

TERPOPULER

Riba

Musnah Karena Riba

Semen Gresik Kosong Meski Harganya 70 Ribu

pemimpin

Memilih Pemimpin

close