close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Bukan Hanya Audit, BPK Memiliki Perpustakaan Riset

Dalam rangka mendukung literasi dan riset di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara, BPK RI mengembangkan sebuah perpustakaan riset. Auditor negara ini menginginkan agar hasil-hasil pemeriksaannya yang kaya bisa menjadi bahan penelitian untuk mengembangkan keilmuan. Belum banyak lembaga negara atau kementerian yang memiliki perpustakaan riset semacam ini.

Perpustakaan riset BPK diresmikan pada Kamis (28/6) oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar beserta Sekjen BPK, Bahtiar Arif, di Kantor Pusat BPK, Jalan Gatot Subroto 31, Jakarta Pusat. Turut menyaksikan peresmian tersebut Wakil Menteri Keuangan yang juga merupakan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia, Mardiasmo, serta Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ainun Na’im.

Sebagai sebuah pusat riset, Perpustakaan BPK akan mendukung para peneliti di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara. Perpustakaan BPK yang didukung oleh Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) ini akan memberikan akses kepada para peneliti atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, termasuk koleksi LHP Tahun 1947 dan bahkan terbitan ARK, BPK pada masa kolonial Belanda. Selain itu, para peneliti juga diberikan akses terhadap 17.410 judul dengan total 21.852 buku, disamping e-book serta e-journal.

Loading...

Koleksi Buku Terbitan Algemeene Rakenkamer, BPK Jaman Kolonial Belanda (Foto: Nico Andrianto)

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua yang pernah menjabat Kepala Sub Bagian Perpustakaan BPK ini menyampaikan bahwa literasi publik atas tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara perlu ditingkatkan. Salah satunya melalui pembukaan perpustakaan riset BPK. Beberapa isu penting diantaranya adalah pengelolaan hutang negara, anti-korupsi, pengelolaan barang negara, ataupun kontrak-kontrak atas kekayaan negara yang selama ini menjadi perhatian dan obyek pemeriksaan BPK.

Sebagai bentuk dukungan atas kegiatan riset, sejak Tahun 2015 BPK telah menerbitkan Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara (Jurnal TAKEN). Jurnal yang bisa diakses di alamat www.jurnal.bpk.go.id ini khusus memuat hasil penelitian ilmiah ataupun kajian yang dihasilkan oleh para auditor BPK maupun kalangan akademisi. Tepat pada peresmian perpustakaan riset BPK, Jurnal TAKEN yang telah terbit sebanyak enam kali mendapatkan akreditasi secara resmi dari Kemenristekdikti.

Pada kesempatan peresmian Perpustakaan Riset BPK diisi pula dengan Diskusi Panel yang menghadirkan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, Kepala Pepustakaan Nasional RI, Muhammad Syarief Bando, dan Wakil Rektor UI, Adi Zakaria Afiff sebagai pembicara. Diskusi yang dipandu oleh Ismail Suardi Wekke ini diikuti oleh para rektor/wakil rektor universitas, kepala perpustakaan Kementerian/Lembaga, ketua IAI, IAPI serta para auditor BPK.

Tema “Literasi Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara” sengaja dipilih untuk mendorong penelitian di bidang yang terkait dengan akuntansi sektor publik ini. Diharapkan perpustakaan riset BPK akan menarik minat bukan saja para akuntan, tetapi juga para ekonom, ahli hukum, serta administratur pemerintah untuk membaca dan memproduksi bacaan di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara.

Acara ini juga diharapkan memperlancar sharing informasi antar pustakawan, serta mendukung digitalisasi perpustakaan dan pengembangan database. Fungsi utama perpustakaan riset BPK adalah untuk meningkatkan literasi, produksi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendistribusian keilmuan di bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara kepada masyarakat luas. Sehingga BPK berharap turut mendorong peradaban Bangsa kedepan menuju tercapainya tujuan bernegara.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Nico Andriantohttps://pt.slideshare.net/NicoAndrianto
Traveller, pengamat, penikmat, pembelajar, penginfo berbagai realitas sosial, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan teknologi.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER