Sy. Anas bin Malik RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menuntut ilmu (belajar agama) adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan mengajarkan ilmu bukan pada ahlinya adalah seperti mengalungi babi dengan berlian, mutiara dan emas.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

Belajar ilmu agama Islam untuk menguasai ajaran syariat yang diturunkan leh Allah SWT itu termasuk kewajiban bagi setiap jiwa muslim dimanapun berada. Karena hakikatnya, diciptakan jin dan manusia itu hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Sedangkan tata cara beribadah yang benar itu harus mengetahui ilmu beribadah, semakin mendalam ilmu yang dikuasainya maka untuk medapatkan ibadah yang benar itu semakin lebih mudah untuk terwujud.

Belum lagi jika membahas tentang keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada para pencari ilmu agama, antara lain sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda, “Belajar ilmu itu mengahapus dosa-dosa dan belajar Al-Qur’an itu menambah pengertian akan agama.” (HR. Ad-Dailami).

Dalam riwayat lain, Sy. Abu Darda RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang sipa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memepermudah baginya suatu jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu karena ridhanya dengan apa yang mereka perbuat.

Sesungguhnya orang yang berilmu dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi termasuk ikan dalam air, dan kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah tanpa ilmu itu adalah bagaikan keutamaan sinar rembulan dari seluruh bintang yang lain. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Para nabi itu tidak mewariskan dinar atau dirham, mereka hanya mewariskn ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam menuntut ilmu agama itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pelajar, antara lain sebagaimana wasiat Nabi Muhammad SAW, “Belajarlah ilmu (agama) kalian. Juga belajarlah dengan tenang demi menuntut ilmu, dan rendah hatilah kalian kepada orang (guru) tempat kalian menuntut ilmu.” (HR. Ath-Thabarani).

Sy. Ali RA juga menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ilmu itu laksana almari (yang tertutup rapat) dan kunci pembukanya adalah pertanyaan. Oleh sebab itu, bertanyalah kalian (kepada guru) karena sesungguhnya dalam tanya jawab itu diturunkan empat macam pahala, yakni untuk penanya, untuk orang yang berilmu (yang menjawab pertanyaan), para pendengar, dan orang yang mencintai mereka.” (HR. Abu Nu’aim).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW juga menegaskan, “Pertanyaan yang baik itu adalah sebagian dari ilmu.” (HR. Ad-Dailami). Dengan demikian, termasuk syarat untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, maka para pelajar hendaklah tidak segan-segan untuk bertanya.

Dengan adanya pertanyaan dari seorang pelajar, maka seringkali seorang guru akan menyampaikan kata-kata bijak yang sangat bermanfaat bagi penanya dan para pelajar lainnya. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kata-kata bijaksana yang bermanfaat bagi orang-orang beriman, dimana saja didapatkan, ia lebih berhak untuk dipungut.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

loading...
BACA JUGA

TULISAN WARGA TERBARU

Tidak Lama Lagi, Pangkut Bakal Jadi Kota

Kotawaringin Barat - Jalan sepanjang 8 kilo meter dengan lebar 20 meter pembangunannya digeber guna mempersiapkan pemekaran desa. Pelebaran dan pembuatan jalan poros baru...

Terkait Demo Astra, Darsani Angkat Bicara

Kotawaringin Barat - Darsani Bin Alfius Mahi, tokoh masyarakat Dayak Pangkut Arut Utara Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya angkat bicara menanggapi aksi demo yang dilakukan...
Irwan Prayitno

Irwan Prayitno : Kita Harus Ukur Bayang Bayang

Irwan Prayitno tidak berharap dirinya untuk jadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden manapun meskipun partainya PKS mengunggulkan dia bersama 8 kader lain. . "Kita...