close
Ingin Menulis di WARGA SERUJI? Klik disini

Keterbukaan Karier dan Bisnis Perempuan dalam “Vision 2030”Arab Saudi

Raja Salman dan putra mahkota Mohammed bin Salman telah menerapkan “Vision 2030”, sebuah cetak biru jangka panjang mengenai reformasi ekonomi dan sosial yang dirancang untuk memodernisasi Arab Saudi dan mengabaikan ketergantungan pada pendapatan minyak.

Visi 2030  sebagai strategi pengembangan ekonomi baru dan rencana transformasi nasional Arab Saudi menjadi peluang emas bagi para investor untuk mengambil bagian dalam membangun masa depan negara tersebut, serta untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kerajaan Arab Saudi memang ingin meningkatkan investasi langsung asing dari 8 miliar dolar Amerika (AS) menjadi sekitar 18,6 miliar dolar AS. Di antara sasarannya adalah untuk menciptakan kemungkinan peluang karier terbesar bagi warga Saudi, dan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan negara.

Loading...

Dengan kata lain pemerintah Arab Saudi ingin membuka peluang karier bagi warganya yang seluas-luasnya, tidak terkecuali perempuan. Perempuan menjadi sasaran penting untuk dapat meningkatkan perannya di masyarakat. Arab Saudi sendiri setelah lama bergantung pada produksi minyak mentah untuk pemasukan ekonomi, kini akan mengurangi lebih banyak lagi produksi dan ekspor minyak mentah di bulan-bulan ke depan, dalam rangka untuk mengurangi kelebihan stok yang membuat harga minyak turun.

Kini pemerintah Arab Saudi sedang berusaha memperluas sektor swasta negara itu, termasuk perluasan lapangan pekerjaan kaum perempuan berdasarkan rencana reformasi untuk pasca era minyak. Putra Mahkota Mohammaed bin Salman sendiri sebagai pewaris kuat singgasana Saudi, telah memimpin usaha memperluas peranan perempuan dalam angkatan kerja dalam beberapa bulan ini. Sebelumnya Raja Arab Saudi telah mengeluarkan sebuah dekrit yang mengizinkan perempuan untuk mengemudi kendaraan pada tanggal 26 September 2017.

Dengan adanya peraturan baru tersebut, dengan demikian Arab Saudi menjadi negara penutup bagi berakhirnya larangan mengemudi untuk perempuan, pasalnya Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang masih memberlakukan larangan tersebut. Namun, para perempuan Arab Saudi mesti bersabar dulu, karena peraturan tersebut baru mulai diberlakukan pada bulan Juni 2018 yang akan datang.

Walaupun ini dianggap sebagai angin segar, namun pada kenyataannya masih banyak peraturan-peraturan lain yang oleh dunia internasional dianggap membatasi gerak perempuan di Arab Saudi. Sebagaimana dilansir oleh bbc.com, berikut ini adalah tiga belas larangan untuk perempuan Arab Saudi yang masih tetap dipertahankan:

  1. Menikah, perempuan tidak dapat menikah tanpa izin dari seorang wali.
  2. Bercerai, Perempuan tidak diperkenankan bercerai tanpa izin suami.
  3. Hak Asuh, Apabila seorang perempuan bercerai, maka dia tidak memiliki hak asuh bagi anak laki-lakinya sampai usia 7 tahun, dan untuk anak perempuan usia 9 tahun.
  4. Mendapatkan Paspor, Perempuan tidak diperkenankan membuat paspor tanpa izin dari walinya.
  5. Bepergian, Perempuan tidak diperkenankan pergi jauh tanpa izin wali, dan mereka tidak diperkenankan keluar rumah seorang diri.
  6. Meninggalkan Penjara, Perempuan yang sudah masuk penjara karena kasus kriminal tidak dapat keluar dari penjara meskipun masa tahanannya sudah berakhir tanpa izin dari seorang wali. Dalam beberapa kasus ditemukan hal seperti itu karena walinya merasa apabila perempuan itu kembali ke keluarganya akan membuat malu atau masih dianggap membahayakan. Sehingga, selama walinya tidak mengizinkan, maka selamanya perempuan tersebut akan berada di dalam penjara.
  7. Membuka Rekening Bank, Untuk membuka rekening Bank, perempuan mesti mendapatkan izin dari walinya. Seandainya pun dia ingin membuka rekening untuk anak laki-lakinya yang belum dewasa, maka izin dari Ayah atau wali anak tersebut tetap diperlukan.
  8. Mendapatkan perkerjaan, Ada beberapa pekerjaan yang bisa didapatkan oleh perempuan tanpa izin dari seorang laki-laki, namun masih banyak perusahaan yang sama sekali tidak ingin memperkerjakan perempuan.
  9. Berpakaian Sesuka Hati, Perempuan harus mengenakan jubah panjang dan longgar yang disebut abayasaat berada di depan umum. Perempuan juga wajib mengenakan jilbab.
  10. Berinteraksi dengan bebas dengan pria, Perempuan dilarang berbicara dengan bebas apabila bukan dengan suami atau saudaranya (bukan muhrim). Tempat-tempat umum di Arab Saudi seperti sekolah, bank, kantor, restoran, dan lain-lain sudah didesain terpisah berdasarkan jenis kelamin.
  11. Nilai Kesaksian lebih rendah dibanding laki-laki.Nilaikesaksian dari perempuan dianggap sah apabila datang dari dua orang perempuan, sementara nilai kesaksian laki-laki, dianggap sah walaupun datang dari satu orang laki-laki.
  12. Hak Waris, Hak waris perempuan hanya setengahnya dari hak waris saudara laki-lakinya.
  13. Izin Penanganan Medis, Apabila ada seorang perempuan yang harus mendapatkan penanganan medis pembedahan, maka dia harus mendapatkan izin dari wali. Bahkan ketika kasusnya pun sudah membahayakan nyawa, izin dari wali tetap diperlukan.

Larangan-larangan tersebut dibuat dengan dasar yang berbeda-beda, diantaranya berdasarkan hukum Islam, alasan keamanan, ataupun tafsir atas kebutuhan sosial setempat. Bagi perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) versi barat, hal tersebut dianggap melanggar HAM.

Beberapa negara Islam lainnya ditemukan menerapkan beberapa aturan yang serupa.Namun, walaupun tampaknya gerak perempuan begitu dibatasi di Arab Saudi, kenyataannya terdapat beberapa aspek yang sebenarnya cukup bebas dilakukan oleh perempuan Arab Saudi. Sebagaimana dilansir oleh bbc.com, sejak tahun 2015 perempuan memiliki hak pilih; baik bagi laki-laki maupun perempuan, mereka wajib sekolah sampai usia 15 tahun, dan kebanyakan dari lulusan universitas, ternyata perempuan; 16% buruh di Arab Saudi adalah perempuan; dan perempuan bukan warga Arab Saudi boleh mengenakan pakaian selain abaya asalkan tetap sopan, dan apabila mereka bukan muslim, mereka diizinkan untuk tidak menggunakan jilbab. Dan banyak aturan lainnya yang kini lebih longgar dari aturan-aturan di atas. Jadi perempuan kini tidak lagi dibatasi .

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pewaris tahta Saudi yang berkuasa, juga telah memimpin untuk memperluas peran wanita dalam angkatan kerja dalam beberapa bulan terakhir. Ayahnya, Raja Salman, pada September 2017 lalu, telah menyetujui berakhirnya larangan mengemudi selama berpuluh-puluh tahun. Kaum wanita Saudi mulai Juni 2018 ini akan bebas mengendarai mobil mereka. Bahkan, lowongan untuk sopir taksi perempuan juga sudah mulai diperbincangkan.

Sekalipun wanita masih menghadapi banyak pembatasan di kerajaan Muslim yang ultra-konservatif itu, kantor kejaksaan Arab Saudi bulan ini mengatakan mereka akan mulai menerima perempuan sebagai penyelidik untuk pertama kalinya, dan jabatan lainnya.

Antusiasme kaum wanita Saudi untuk bekerja di sektor publik itu ternyata luar biasa. Hal ini terlihat dari banyaknya perempuan yang melamar pekerjaan tersebut. Data pemerintah setempat menunjukkan, terdapat 107.000 pelamar wanita yang ingin bekerja di sektor layanan publik tersebut.

Demikian juga kerajaan itu juga telah mulai membuka 140 jabatan untuk perempuan di bandara-bandara dan tempat penyeberangan perbatasan, yang pertama kalinya dalam sejarah kerajaan itu dan jabatan-jabatan tersebut telah mendatangkan 107 ribu pelamar perempuan. Termasuk kini para perempuan bebas bekerja sebagai pemandu wisata.

Perubahan kebijakan, yang diumumkan pemerintah Saudi merupakan langkah besar menjauhi sistem bimbingan yang ketat yang telah mengatur negara itu selama puluhan tahun. Lalu bagaimana dengan wanita yang ingin terjun ke bisnis? Perempuan di Arab Saudi sekarang boleh membuka perusahaan mereka sendiri tanpa izin suami atau laki-laki anggota keluarga, dalam rangka usaha kerajaan itu memperluas sektor swasta yang meningkat dengan cepat.

Namun tetap di  bawah sistem pembimbing Arab Saudi, perempuan diharuskan menunjukkan bukti izin dari pria “pembimbing” yang biasanya suami, ayah atau saudara laki-laki, untuk mengurus surat-surat dari pemerintah, bepergian, atau mendaftar untuk kursus.

Pangeran Salman yang masih berusia 32 tahun tersebut menjanjikan  “Arab Saudi yang moderat dan terbuka” pada Oktober 2017 lalu. Putra kandung Raja Salman tersebut secara luas dipandang sebagai arsitek utama di balik program reformasi “Vision 2030” Arab Saudi, yang berusaha meningkatkan persentase wanita di angkatan kerja dari 22 persen menjadi hampir sepertiga.

Perempuan memang mendapat tempat yang utama, mengingat kebijakan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada perempuan Arab Saudi, yang menghadapi peraturan pemisahan berdasarkan gender yang ketat.

Kaum perempuan juga diizinkan untuk berpartisipasi dalam perayaan Hari Nasional Arab Saudi untuk pertama kalinya, izinkan untuk menonton sepak bola di stadion di sejumlah kota, bioskop-bioskop diizinkan untuk kembali dibuka, setelah dilarang lebih dari tiga dekade.

Ribuan perempuan Arab Saudi bersorak dan bertepuk tangan secara meriah setelah konser musik yang menghadirkan penyanyi perempuan mulai diizinkan. bersepeda di jalanan Arab Saudi, mengadakan Arab Fashion Week di Riyadh, Arab Saudi kini memang berubahan.

Perubahan baru telah lahir di Arab Saudi yang sangat konservatif. Putera mahkota muda, Muhammad bin Salman, telah menahan polisi religius, memecat ribuan imam, dan menyensor teks-teks ekstremis dan ironisnya perempuan kini lebih didorong untuk bekerja. Mereka bisa berkarier di perusahaan-perusahaan pemerintah maupun swasta atau memilih menjadi pengusaha.

Jadi tidak ada lagi larangan perempuan untuk memiliki karier setelah mereka kuliah yang dahulu menjadi permasalahan di negeri ini. Perempuan memang dari dahulu sebenarnya tidak dibatasi untuk bekerja, namun banyak perusahaan yang tidak bersedia menerima mereka. Sehingga banyak kasus-kasus sebelumnya yang banyak terjadi di perusahaan dialami perempuan seperti gaji yang rendah, kesempatan yang minim, tekanan yang tinggi dan lain-lain, diharapkan semakin berkurang dengan adanya perubahan kebijakan. Mengingat Arab Saudi adalah negara Islam, dimana hukum Islam kuat ditegakkan .

Pernyataan Putra mahkota Arab Saudi yang  ‘ingin kerajaan kembali’ ke Islam moderat benar-benar menjadi sebuah kejutan, perempuan Arab Saudi kini sudah semakin bebas berkiprah untuk mencapai karier yang diinginkan maupun  berbisnis, dan memiliki kebebasan yang lebih luas dari sebelumnya.

Semoga kebijakan bebas berkarier dan berbisnis bagi perempuan ini tetap mengacu kepada  surah al-Nisa’ (4):34 bagi yang telah bersuami yakni Seorang wanita tidak boleh meninggalalkan rumahnya tanpa izin dari suaminya. Oleh karena itu seorang wanita boleh bekerja atas izin mereka dan tentunya dengan tujuan pekerjaan yang jelas dan tidak mendatangkan mudharat.

Dalam surat al-Nisa di atas diartikan bahwa   “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

Dan kebijakan peraturan bekerja ini dalam Islam  dapat menjadi wajib apabila tidak ada orang lain dalam keluarga yang dapat menafkahinya seperti orangtua yang sakit dan lanjut usia dan tidak ada anak lain yang dapat mencari nafkah.

Adapun seorang istri juga dapat mencari nafkah menggantikan suaminya apabila suaminya sakit dan tidak mampu lagi untuk bekerja.Dan bukan kebijakan berdasarkarkan memberi kebebasan kepada perempuan semata.

Langganan berita lewat Telegram
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

TERPOPULER