close

1000 Jalan Hidayah: 2, Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar adalah nama kun-yah dari Abdullah bin Abu Quhafah. Abu Bakar menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW sejak muda, sehingga sudah saling tahu sifat-sifat dan perilakunya.

Status sosial Abu Bakar cukup tinggi di kalangan kaum Quraisy. Selain karena menjadi pengusaha kaya, juga terpelajar (bisa menulis dan membaca) dan mengikuti even-even syair. Ingatan yang bagus membuatnya memahami silsilah suku-suku Arab sejarah dan politik mereka.

Abu Bakar memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Rasulullah SAW, yang terjaga dari sifat-sifat buruk kaum Quraisy Makkah. Dahulu Nabi Muhammad sewaktu muda, sudah bergelar Al Amin yang artinya dapat dipercaya. Abu Bakar juga dikenal sebagai orang yang menjaga kehormatan dan kejujuran.

Tatkala Rasulullah menyatakan kerasulannya, Abu Bakar langsung mempercayai. Sedangkan kaum Quraisy, banyak yang menolaknya. Mengapa berbeda? Bukankah kaum Quraisy dulu juga pernah meletakkan kepercayaan kepada Nabi Muhammad? Bahkan jika Nabi Muhammad menyatakan bahwa ada pasukan perang di luar Makkah, pasti semua penduduk tahu dirinya tak mungkin berbohong dan pasti benar adanya.

Perbedaannya terletak pada sikap terhadap kejujuran. Ada orang “mau jujur”, ada pula yang “harus jujur”, dan ada juga “tidak perlu jujur”. Orang yang sering mendapat manfaat ketika berlaku tidak jujur, maka tidak akan menganggap penting kejujuran. Maka, menurutnya berbohong pun tak masalah. Dia akan anggap orang lain juga bisa berbohong seperti dirinya, sehingga selalu mudah meragukan orang.

Abu bakar tidak demikian. Kejujuran itu membenarkan apa yang benar, sehingga tidak ada yang diterima kecuali yang kebenaran. Tatkala Nabi Muhammad menyatakan melakukan Isra’ dan Mi’raj, Abu Bakar langsung membenarkannya, padahal banyak orang meragukan. Maka, dirinya digelari Ash Shiddiq (yang membenarkan).

Abu Bakar mendapat hidayah tanpa dinding batasan. Orientasi hidupnya adalah kebenaran. Salah satu tandanya, sikap terhadap kejujuran. Sikap inilah yang paling mudah menjadi jalan datangnya kebenaran, sehingga diletakkan di nomor dua dalam rangkaian tulisan 1000 Jalan Hidayah. Kejujuran.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Loading...

TANGGAPAN TERBANYAK

pubsec

Ngerumpi tentang Sektor Publik

TERPOPULER